Saya benci setiap saya bangun tidur, karena keadaan sepeti ini belum berubah juga. Cobaan yang diberikan kepada keluarga saya, yaitu penyakit ibu saya yang tidak kunjung sembuh. Tetapi bukannya saya tidak terima akan cobaan ini. Saya hanya ingin melihat ibu saya dapat berjalan kembali dan hidup normal seperti ibu-ibu yang lain, ibu yang sempurna, mengurus suami, anak dan keluarga. Tapi keadaan seperti itu sudah enam tahun tidak saya rasakan, pada saat saya duduk di kels 2 SMP, saya harus mulai hidup mandiri sampai sekarang.
Memang ini semua ada hikmahnya, dengan begitu saya tidak selalu bergantung kepada orang lain. Tapi tetap saja saya sebagai anak, aplagi anak perempuan membutuhkan bimbingan seorang ibu. karena menurut saya perhatian seorang ayah berbeda tidak seperti ibu.
Harapan saya setiap saya bangun tidur ialah melihat ibu saya sehat kembali. Apalagi besok hari raya Idul Adha, dimana semua orang berbondong-bondong pergi untuk shalat Id, saya rindu saat berangkat dengan ibu saya. Entah kapan saya akan mersakan kembali momen berharga seperti itu.
Mudah-mudahan besok saya dapat memberikan kado terindah untuk ibu saya, yaitu kebersamaan keluarga saya. Karena hanya itu yang bisa menghibur ibu saya dalam kejenuhannya, bekumpulnya anak, menantu, dan yang paling penting cucu-cucu yang sangat beliau sayang.
Semoga esok saat saya terbangun semua do’a saya dikabulkan Allah SWT.
Kamis, 26 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar