Kamis, 26 November 2009

Lisna yuliawati tugas hari ke 3

Saya benci setiap saya bangun tidur, karena keadaan sepeti ini belum berubah juga. Cobaan yang diberikan kepada keluarga saya, yaitu penyakit ibu saya yang tidak kunjung sembuh. Tetapi bukannya saya tidak terima akan cobaan ini. Saya hanya ingin melihat ibu saya dapat berjalan kembali dan hidup normal seperti ibu-ibu yang lain, ibu yang sempurna, mengurus suami, anak dan keluarga. Tapi keadaan seperti itu sudah enam tahun tidak saya rasakan, pada saat saya duduk di kels 2 SMP, saya harus mulai hidup mandiri sampai sekarang.
Memang ini semua ada hikmahnya, dengan begitu saya tidak selalu bergantung kepada orang lain. Tapi tetap saja saya sebagai anak, aplagi anak perempuan membutuhkan bimbingan seorang ibu. karena menurut saya perhatian seorang ayah berbeda tidak seperti ibu.
Harapan saya setiap saya bangun tidur ialah melihat ibu saya sehat kembali. Apalagi besok hari raya Idul Adha, dimana semua orang berbondong-bondong pergi untuk shalat Id, saya rindu saat berangkat dengan ibu saya. Entah kapan saya akan mersakan kembali momen berharga seperti itu.
Mudah-mudahan besok saya dapat memberikan kado terindah untuk ibu saya, yaitu kebersamaan keluarga saya. Karena hanya itu yang bisa menghibur ibu saya dalam kejenuhannya, bekumpulnya anak, menantu, dan yang paling penting cucu-cucu yang sangat beliau sayang.
Semoga esok saat saya terbangun semua do’a saya dikabulkan Allah SWT.

Selasa, 24 November 2009

Kiamat Sudah Dekat

ooYang saya pikirkan sekarang adalah banyaknya berita di semua media tentang akan terjadinya kiamat. Kita sebagai umat Islam memang harus yakin akan kedatangannya.

Tetapi saya sempat merasa geli mendengar berita bahwa kiamat akan datang pada tanggal 12-12-2012. Karena kita sebagai umat Islam tahu bahwa terjadinya kiamat itu tidak ada yang mengetahuinya termasuk dunia maya terkecuali Allah SWT.

Apabila kita sadar akan adanya hikmah berita seperti ini sangat bagus, karena dengan begitu umat manusia akan lebih khusyuk untuk beribadah kepada Allah SWT, tetapi bagi orang yana awam hal ini bisa jadi masalah yang berat yang akhirnya dapat terjadi syirik.

Dan yang saya ketahui memang Waktu antara diutusnya Nabi kita Muhammad Saw dengan hari kiamat sangatlah dekat. Demikian pemberitaan dari nabi sendiri, yang menyadarkan kita agar lebih bergegas dan bersiap dalam membawa perbekalan untuk menyongsongnya. Meski banyak yang sepakat bahwa kiamat memang dekat, namun mayoritas kita sering tak sadar atau berpura tak sadar, bahkan larut dalam berbagai perhiasan dunia yang melalaikan.

Sejenak, mari kita kembali membaca dan menyaksikan beberapa bukti konkret tanda kedekatan hari kiamat. Agar hati kembali tersadar bahwa masa itu memang telah dekat, semakin dekat menjelang. Mengakhiri sebuah kehidupan peradaban manusia di dunia menuju sebuah kehidupan panjang, kekal dan abadi. kehidupan akhirat. Sebagai sebuah peringatan yang nyata bagi setiap yang memiliki akal fikiran.

" ….dan berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman"

Diantara tanda kiamat yang diberitakan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wasalam yang kini telah nyata di depan mata kita adalah:" Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya kiamat adalah jika ilmu(agama) diangkat/hilang, kebodohan dikukuhkan , khamr/minuman keras diminum dan perzinaan tampak nyata" (HR Bukari, muslim dan ahmad)

Tanda ini dikategorikan dalam tanda kiamat sughra (kecil) bukan tanda kubra. Namun bukan berarti memberikan kesempatan bagi kita untuk bersantai dan bernafas panjang, dan mengatakan "kiamat masih jauh". Bahkan seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa apa yang diberitakan nabi haq (benar) adanya. Maka kabar-nabi yang lain pun seperti kiamat besar dan syariat yang beliau bawa adalah benar pula adanya. Demikian semestinya seorang muslim berpandangan. Hal yang lain adalah tumbuhnya rasa syukur pada diri kita, karena Allah masih memberikan kesempatan bagi kita untuk membenahi lembaran kehidupan kita, menuliskan catatan kebaikan dalam buku kehidupan kita. Masih ada kesempatan untuk bertaubat kepada Allah Yang Ghafuur (Maha pengampun) dan Rahiim (maha pengasih).

Di zaman ini, selaras dengan sabda Nabi semakin minim ilmu dien. Semakin sedikit para penyandang ilmu syar'i yaitu para ulama di muka bumi. Satu demi satu dipanggil oleh Allah ke sisi-Nya. Tak lekang dari ingatan kita meninggalnya para ulama besar Islam beberapa waktu belakangan, seperti Syaikh Abdul Aziz Ibn Baz, Syaikh Nashiruddin Al Albani dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin. Konsekwensinya, manusia semakin jauh dari agama Islam. Kebodohan pun meraja-lela di seluruh penjuru bumi kecuali yang dirahmati oleh Allah azza wa jalla. Orang pun berbuat sekehendaknya menuruti bujuk rayu syaitan, memperturutkan nafsu syahwat keduniaan.

Layak bila kemudian khamar bertebaran, perzinaan meluas. Khamr dinamai dengan nama yang lain, beragam sesuai kelas pencandunya. Sabu- sabu adalah satu contohnya. Berapa banyak pemuda islam yang mengkonsumsi, meski Cuma sekali-dua kali atau jadi kebutuhan primernya, naudzubillah min dzalik. Khamar kini dijual bebas di berbagai penjuru, di toko, restoran, hotel, klub atau diecerkan di warung-warung kecil. Dulu mungkin orang risih melihatnya, atau yang jual malu dengan orang, namun kini tak ada lagi kata malu dan risih. Orang yang menenggak bir pun kini tak ragu lagi, cuek. orang lain pun tak peduli dan berucap yang penting tidak mengganggu kita. Innalillahi wa inna ilaihi raa jiun

Perzinaan pun kini menyebar. Sarana dan prasarana semakin lengkap, canggih, bebas, dan berkelas-kelas. Begitu mudahnya diperoleh di pelosok-pelosok, di pinggir jalan dan tempat-tempat yang lain. Pergaulan para pemuda pun penuh dengan muatan perzinaan. Muda-mudi bergaul dengan bebasnya, tanpa batas yang jelas. Perzinaan kini terasa menjadi hal yang tidak asing bagi telinga manusia. Untuk selanjutnya menjadi hal yang dilegalkan , naudzubillah. sebaliknya, menjadi hal yang aneh bila ada anak muda yang nikah di masa muda mereka tanpa mau ikut bergaul bebas seperti pemuda yang lain.inilah keadaan memprihatinkan yang dikabarkan oleh rasul kita sebagai salah satu tanda hari kiamat. Suka kah kita dengan kemungkaran yang seperti ini ? bila tidak, mari kita ikut ambil bagian memperbaiki kondisi ini !

Tanda kiamat lain yang diberitakan oleh nabi kita adalah 'tersianya amanah.seprti yang terjadi di negeri kita sekarang-sekarang ini. Dalam sabda nabi Muhammad sholallohu alaihi wasalam ketika beliau ditanya "wahai rasulullah, kapan kiamat itu / rasululah menjawab" jika amanah telah disia-siakan tunggulah datangnya kiamat, orang itu berkata "bagaimana menyia-nyiakannya" nabi bersabda "apabila perkara sudah diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat"

dan ini terjadi ketika kebodohan merata dan menjadi hal yang lumrah.Amanah yang dimaksud diantaranya dalam perkara yang berkaitan dengan agama seperti khilafah, pemerintahan, hukum fatwa dan lain-lain. Mata kepala kita pun menyaksikan dengan jelas realita dari tanda ini. Betapa banyak manusia di zaman ini yang berbicara dan berfatwa tanpa ilmu. Diulama'kan padahal bukan ulama. Dan juga diserahkannya kepemimpinan bukan pada orang yang sesuai sungguh sebuah musibah yang luar biasa. Ini beberapa tanda dari kedekatan hari kiamat, dan memang ia semakin mendekat.

Dari semua yang ditulis di atas saya lebih yakin bahwa kiamat akan datang, dan memang kedangannya semakin dekat. Tetapi tidak ada yang tahu kedatangannya kecuali Allah SWT.

Wa Allahu a’lamu bi al-sawab


Lisna Yuliawati Tugas hari ke 2

Jumat, 20 November 2009

Tugas Analisis Makalah (Pemurnian Wahabi)

Makalah mengenai pemurnian wahabi ini, merupakan suatu karangan ilmiah populer. kerena di dalam makalah ini tidak terdapat cover, daftar isi, kata pengantar. jadi makalah ini tidak terkait oleh kerangka dan aturan pembuatan makalah.
Makalah ini menurut saya bukan untuk memenuhi tugas yang di kerjakan oleh mahasiswa pada umumnya, karena tidak adanya aturan pembuatan makalah yang biasa digunakan.
Pada kesempatan ini saya ingin menganalisis makalah ini dari segi isi, penulisan dan penurutan tampilannya.
1. Isi
dari segi isi pada bagian pendahuluan banyak sekali kata-kata ilmiah yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang, sehingga pembaca kesulitan untuk memahami sebagaian isi dan maksud dari pembahasan makalah ini, sehingga nantinya para pembaca akan kehilangan minat untuk membaca makalah ini. karena kepentingan dibuatnya makalah adalah untuk dibaca oleh banyak orang.
2. Tulisan
dari segi tulisan bahasa yang digunakan banyak sekali kata-kata yang tidak baku, banyak terdapat makna ganda, penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tidak sesuai dengan ketentuan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), banyak kata penghubung yang tidak sesuai Contohnya : ibadat seharusnya ibadah (hal 1)
3. Penuturan Tampilan
Penuturan tampilan pada makalah ini menggunakan penalaran Deduktif dan Induktif. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.Kedua penalaran tersebut di atas (penalaran deduktif dan induktif), seolah-olah merupakan cara berpikir yang berbeda dan terpisah. Tetapi dalam prakteknya, antara berangkat dari teori atau berangkat dari fakta empirik merupakan lingkaran yang tidak terpisahkan. Kalau kita berbicara teori sebenarnya kita sedang mengandaikan fakta dan kalau berbicara fakta maka kita sedang mengandaikan teori (Heru Nugroho; 2001: 69-70).
Demikain Analisis yang dapat saya sampaikan mungkin masih banyak kekurangan dalam penuturannya. untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan. Terima kasih